Perang Angka DM Vs Head Dalam Debat Pilkada

floressmart.com- Debat kandidat calon bupati dan wakil bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur dihelat pada Sabtu,21 November 2015 di gedung Manggarai Convention Center (MCC) Ruteng. Debat yang dimoderatori dosen hukum Universitas Indonesia Inosensius Samsul itu berlangsung aman.

Dua pasang kandidat masing-masing Kamelus Deno-Viktor Madur Vs Cabup Cawabup Heri-Adolf beradu program. Hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinana Daerah (Forkompinda) serta penjabat bupati Manggarai Marius Ardu Jelamu. Turut hadir para pendukung dua pasangan calon memenuhi ruang debat.

Dari lima segmen debat, setidaknya dua segmen terakhir yang cukup berdinamika. Pasangan Kamelus Deno-Viktor Madur yang tampil berbasis data berusaha sengit mengandaskan propaganda Heri-Adolf. Menarik memang, para kandidat sama-sama berkutat pada angka.

Misalnya, 61,5 persen angka kemiskinan kabupaten Manggarai disebut Heri Nabit berada pada papan tengah kabuputen miskin di NTT . Heri menganggap pemerintah daerah kabupaten Manggarai salah mengurus bumi Congka Sae. IPM 68,3 Manggarai berada pada urutan 13 dari 22 kabupaten kota di NTT.

Baca juga  Real Count: Deno-Madur 52,11 Persen, Heri-Adolf 47,89 Persen

Demikianpun  Kamelus Deno yang berperang dengan program bombastis Heri-Adolf dari mulai pemberian beasiswa 2000 mahasiswa, penambahan gaji guru komite hingga menggratiskan biaya Raskin bagi KK miskin.

Deno menilai program Heri-Adolf itu akan melumpuhkan roda pemerintahan sebab biaya yang digelontorkan tidak sebanding dengan pendapatan daerah alias besar pasak dari pada tiang.

“Mari kita selamatkan daerah ini dengan menangkal janji-janji politik yang menyesatkan” Kata Deno mendandaskan.

Deno yang berpengalaman sebagai wakil bupati Manggarai mendapingi Christian Rotok periode 2005-2015 menjelaskan bahwa total penerimaan kabupaten Manggarai tahun 2016 baik DAU termasuk komponen penerimaan lainya sebesar 775 milyar rupiah.

“Kita tidak menyebut Dana Alokasi Khusus(DAK) hamper 300 milyar karena sifatnya mengikuti menu juknis pemerintah pusat” Kata Deno.

Baca juga  Jelang Pelantikan Bupati, Beredar Selebaran Tolak Hasil Pilkada Manggarai

“Setelah dikurangi belanja wajib maka sisa uang itu hanya hamper 49 milyar.Setelah dialokasikan untuk tiga program itu maka mines APBD sebesar 9 milyar lebih untuk tahun pertama dan mines APBD lima tahun ke depan hamper 30 milyar rupiah” Sambung deno mendapat aplaus dari pendukungnya.

Heri Nabit lantas mendaedah sumber dana untuk tiga programnya itu. Heri bahkan menyebut APBD sebagai kertas kosong.

“Dalam kertas kosong itu (tahun 2016),hanya tertulis belanja tidak langsung 568 miliard belanja langsung 570 miliar. Belanja tidak langsung tidak bisa diganggu karena merupakan gaji pegawai,hibah dan bantuan sosial lain” Kata Heri.

Dari 570 milyar belanja langsung , Heri menerangkan, yang wajib dialokasikan yakni DAK 249 milyar, pendamping DAK 24 Milayar, honor guru kontrak propinsi 800 an juta, dana JKN Puskesmas hampir 14 milyar serta anggaran BLUD rumah sakit 23 milyar, total 312 milyar.

Baca juga  Rekapitulasi Suara Satar Mese Di Pusaran Konflik

“Dengan demikian kita masih punya sisa belanja langsung 257 milyar untuk beasiswa 2000 mahasiswa dari KK miskin, honor guru komite 1,5 juta per bulan serta raskin gratis bagi KK miskin” Kata Heri Nabit.

“Setelah kami hitung tiga program itu hanya menghabiskan biaya 63 milyar lebih. Sisanya 190 milyar untuk belanja SKPD” Imbuhnya.

Lantas Deno menimpali bahwa benar ada kesisaan kas daerah karena sudah termasuk DAK.

“Ingat…Dana Alokasi Khusus menunya ditentukan departemen dari Jakarta. Ketika menu DAK diubah oleh pemda,masuk bui” Kata Deno.

Heri Nabit rupanya tak mau kalah. Dia menambahkan bahwa angka 312 milyar sudah termasuk DAK.

“Ini hanya soal kalkulator saja. Tidak usah kuatir kalau masuk penjara. Karena saya yang masuk penjara nanti” Kata Heri Nabit menutup segmen tiga.(jhs)

 

 

 

 

 

Beri rating artikel ini!
Tag: