Komunitas Pemuda Semprot Disinfektan di Kota Ruteng

Penyemprotan disinfektan di Gereja GMIT Ruteng (photo : floressmart).

Floressmart- Pandemi Covid-19 membuat masyarakat waspada. Banyak elemen di Ruteng Ibu Kota Kabupaten Manggarai tergerak dalam upaya dekonteminasi penyebaran virus corona melalui penyemprotan disinfektan. Salah satunya Komunitas Pemuda Kuwu (KPK). Kelompok orang muda ini melaksanakan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik di Kota Ruteng, Sabtu 28 Maret 2020.

Baca juga  Tiba di Ruteng Kardinal Ignatius Tes Suhu Tubuh, Bupati : Semua Kuatir Corona

Seperti disaksikan, penyemprotan pertama dilakukan di pusat pertokoan, ruko Pemda, Gereja GMIT, mobil-mobil travel yang sedang parkir juga disemprot. Mereka kemudian berpindah ke Psar Puni, Pusat Pastoral (Puspas) dan Gereja Katedral. Sebagai pelindung tubuh mereka menggunakan mantel hujan plastik serta masker.

Mengandalkan 4 buat alat semprot pertanian, mereka tampak cekatan berpindah dari satu titik ke titik yang lain. Untuk memudahkan pengangkutan kelompok pemuda ini menggunakan mobil pikap.

Untuk mobilisasi komunitas pemuda menggunakan pikap

Urunan beli bahan

Baca juga  Perihal Trah dan Pilkada

Koordinator KPK, Riki Gustom mengatakan penyemprotan disinfektan sebenarnya telah berlangsung beberapa hari dalam rangka pencegahan Covid-19.

Bahan-bahan yang digunakan kata Riki mengikuti standar kesehatan yakni air bersih, pemutih pakaian dengan takaran yang dianjurkan, karbol wangi serta pembersih lantai.

“Semua bahan yang dipakai ini aman untuk kesehatan orang. Kemudian bahan-bahan ini kita beli dengan cara urunan,” kara Riki.

Baca juga  Propam Polda NTT dan Iptu Aldo Seperti  Lagu Franky Sahilatua, "yang Salah Dipertahankan yang Benar Disingkirkan"

Giat penyemprotan disinfektan ini lanjut dia akan terus dilakukan. Ia berharap, makin banyak pihak yang tergerak untuk mencegah penularan virus corona di lingkungan masing-masing.

“Kita harapkan hal ini  bisa jadi penyemangat buat masyarakat, tentu spiritnya sama yakni melindungi Manggarai dari virus mematikan ini,” ujarnya. (js)

Tag: