Kebijakan Ciamik Perumda Tirta Komodo, Meteran Gratis dan Tarif Air Minum Hanya Rp1700 Rupiah per 1000 Liter

Peresmian gedung Perumda Tirta Komodo Manggarai-NTT (photo :istimewa).

Floressmart- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Komodo Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur mencatatkan jumlah pelanggan hingga tahun 2020 mencapai 29.439 KK, atau 176.634 jiwa yang tersebar di 9 kecamatan berkisar 57 persen dari luas wilayah teknis.

Sementara proyeksi tahun 2021 sebesar 5000 ribu pemasangan baru menjadi 34.619 KK atau 207.714 jiwa setara dengan 60,5 persen dari cakupan wilayah teknis.

Adapun pada tahun 2021 ini, Tirta Komodo mematok PAD sama dengan tahun  2020 sebesar Rp500 juta rupiah. Tahun lalu, (2020) jumlah air terjual sebanyak 5.594.013 m3 dari 42 mata air yang ada.

Meteran gratis

Ditengah upaya keras memaksimalkan pelayanan dan pendapatan, perusahaan masih harus menjalankan program regular yakni hibah air minum melalui program pemasangan meteran gratis kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca juga  Bupati Deno Resmikan Air Minum IKK Satar Mese Utara

“Dari tahun 2014 sampai 2020, program hibah MBR tercatat lebih dari 14 ribu pelanggan. Program hibah air minum ini telah menghabiskan anggaran Rp5 miliar lebih dari jumlah penyertaan modal pemerintah selama 6 tahun sebesar Rp41.133.000.000 rupiah,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Komodo, Man Klemens saat jumpa pers,usai peresmian kantor baru Tirta Komodo Ruteng, Senin 16 Februari 2021.

Lalu program pemasangan rumah, (SR) lanjut Klemens, terus diperluas hingga mencakup 139 desa dan kelurahan di 9 IKK (Ibu Kota Kecamatan).

“Saat ini sudah 9 ibu kota kecamatan yang sudah terlayani air minum, tersisa 3 IKK yang belum yakni Kecamatan Lelak, Rahong Utara dan Kecamatan Reok Barat. Semoga tahun 2025 semua kecamatan di Manggarai 100 persen terlayani air minum,” ungkapnya.

Baca juga  Perumda Tirta Komodo Konsisten Laksanakan Program MBR

Tarif Rp1700/1000 liter

Meski dibayang-bayangi target dan perencanaan menuju angka 60,5 persen pemenuhan kebutuhan air minum, namun Perumda belum berpikir untuk menaikan harga jual. Saat ini tarif air minum masih menggunakan Keputusan Bupati Manggarai Tahun 2014 yakni Rp1700 rupiah/ m3 (1000 liter).

“Sejak tahun 2014 kita menjual air kepada masyarakat sangat murah. Mungkin di Indonesia kita yang paling murah yakni Rp1700 rupiaj/m3. Sudah 6 tahun terakhir belum ada revisi,”tuturnya.

“Pertimbangannya, Manggarai ini banyak mata air. Sehingga untuk masyarakat umum dan kantor pemerintah masih memakai harga lama,” tambahnya.

Selain itu, Perumda lanjut Klemens, telah menetapkan cadangan kebutuhan air minum hingga tahun 2025 karena harus menyesuaikan jumlah pertambahan penduduk 1,4 persen setiap tahun.

“Produksi air kita saat ini yakni 445 liter/detik. Untuk cadangan kita siapkan setengah dari itu. Jadi untuk lima tahun kita sudah siapkan memang dari sekarang. Kemudian, masih banyak mata air yang belum dikelola dan ini PR ke depan,” tutupnya.

Baca juga  Kebanggaan Bupati Deno : Manggarai Bukan Lagi Daerah Tertinggal dan Raih WTP

Gedung baru

Di hari terakhir masa tugas, Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wabup Victor meresmikangedung baru Perumda Air Minum Tirta Komodo, Senin, 15 Februari 2020.

Bupati Deno dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Perumda Tirta Komodo dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Hasil kerja keras tersebut, menurutnya, menghantar perumda naik level sebagai salah perusahaan yang diperhitungkan secara nasional.

“Grafik yang sudah naik harus dipertahankan dan perlu ditingkatkan. Tidak boleh turun atau kendor lagi dari yang sudah ada. Perumda ini tetap harus dikelola oleh orang-orang profesional,” harap Deno.

Untuk tahu saja, gedung tiga lantai ini dibangun pada tahun 2020 menghabiskan dana Rp2,7 miliar rupiah. (red).

Tag: