Pesan ‘Menohok’ Legislator ke THL Abin Apul

Ketua Komisi A DPRD Manggarai, Edison Rihi Mone (Foto : Floressmart).

 

Floressmart- Fabianus Apul, seorang tenaga harian lepas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai meminta maaf karena menuliskan kalimat satire terhadap DPRD di beberapa grup WhatsApp.

Dalam grup WhatsApp Berita Rakyat NTT itu, dia menulis kata ‘goblok’ untuk DPRD. Kontak WA Apul juga sengaja diganti menjadi EdisiMobileEB10Rusak.

“2 mobil dinas yg rusak tidak sebanding dengan gaji THL.Untukmu yg DPRD itu kau kau harus hafal PANCASILA dulu. Ingat, 1,2 miliar itu merugikan uang negara dan uang  daerah. Goblok,” tulis Abin Apul,

Pada WA grup yang lain, Apul lebih terbuka menyerempet persoalan mobil dinas wakil pimpinan DPRD yang rusak akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2017.

“FORUM PENGADILAN PUBLIK RAKYAT MANGGARAI, Siap Mau usut tuntas 2 mobil dinas pimpinan Dewan yang Rusak (RATU PAJERO),” tulis Abin di grup WhatsAPP Kawal Perubahan Manggarai.

Lantaran cuitannya itu, THL yang dipekerjakan pada bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Manggarai sejak akhir tahun 2021 ini dipaanggil dan dihadirkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi A DPRD Manggarai, Rabu (14/9/2022).

Cuitan Abin kemudian memantik ragam spekulasi sebab narasi ini viral setelah DPRD mendesak Bupati Manggarai segera memecat THL yang mencatut nama Meldianty Hagur, istri Bupati Hery Nabit dalam skandal dugaan suap jual beli proyek APBD 2022 yang melibatkan THL Dinas PUPR Rio Senta.

Baca juga  Legislator Berang Dinas PUPR Utus THL Bawa Materi Reses DPRD, Bupati Manggarai Meminta Maaf

Namun dalam RDP Fabianus Apul berkilah kata goblok yang ditulisnya itu bukan ditujukan kepada DPRD Manggarai. Dia juga mengatakan tidak mengaitkan kerugian negara miliaran rupiah dengan fakta rusaknya dua unit mobil dinas pimpinan DPRD.

“Di awal saya sudah menjelaskan dan mengatakan tidak ada maksud apa-apa dan untuk itu mungkin kekeliruan saya dalam menanggapi ini sesuatu kekeliruan ya, saya boleh katakan seperti itu tapi intinya bahwa di awal saya sudah menjelaskan dan mengatakan bahwa tidak ada maksud apa-apa,” kata Abin Apul dalam RDP.

“Untuk itu mungkin ini kekeliruan saya apa namanya menanggapi tapi itu tadi, saya tidak sedang menyebut siapa-siapa terhadap cuitan saya itu terhadap komentar saya itu untuk itu dari tempat ini kalau misalnya ada yang merasa tersinggung dari tempat ini saya mengucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya itu dari saya minta maaf mungkin cuitan ini menimbulkan kekacauan tapi bagi saya saya sudah menyampaikan resmi di hadapan RDP ini karena kita sebagai manusia ini pasti ada kekeliruan kita bukan makhluk yang sempurna,” ucap Fabianus Apul.

Baca juga  Matias Masir Puji Kinerja Deno-Madur, Ini Alasanya

Pesan menohok

Ketua Komisi A, Edison Rihi Mone yang memimpin jalannya RDP, tidak mempersoalkan hak Abin Apul untuk berkelit. Namun Edison dan Ketua DPRD Matias Masir dan Wakil Ketua DPRD Manggarai Simprosa Rianasari Gandur menyoroti gestur Abin.

Edison dalam komentar tambahannya menggambarkan kekuasaan sering disalahgunakan oleh orang-orang dekat karena relasi yang dibangun dalam prinsip simbiosis mutualisme.

Celakanya lagi, sebut Edison, akibat terlalu nempel dengan kekuasaan membuat oknum-oknum tertentu menjadi lupa diri.

“Betul bahwa narasi goblok itu tidak ditujukan kepada siapa tapi tidak bisa kita bohongi adalah hati nurani kita masing-masing. Kalau penghormatan itu bukan karena jabatan kasihlah penghormatan itu karena umur yang lebih tua karena Indonesia bicara tentang norma dan etika,” ujar Edison.

Menyinggung postingan Abin pada beberapa grup WhatsApp yang terkesan menyerang kehormatan DPRD, Edison ke Abin menekankan pentingnya menjaga etika.

“Saya hanya bilang Pak Abin bahwa seluruh DPR ini umurnya sudah di atas 45 tahun. Kalau Pak Abin mengatakan itu tidak ditujukan kepada DPRD Manggarai semoga Tuhan memberkati kita semua,” tambah Edison.

Baca juga  Disomasi Bupati, Ahang : Itu Gertak Sambal

Sekretaris Partai Hanura Kabupaten Manggarai ini juga mengingingatkan Abin bahwa kekuasaan cepat atau lambat pasti berakhir.

“Kedua ingat baik-baik, saya kasih tahu Bupati dan Wakil Bupati periodenya maksimal 10 tahun bisa 5 tahun bisa 10 tahun. Jangan sampai kita merasa dekat dengan Bupati dekat dengan Wakil Bupati kita semua semaugue, saya minta jangan. Saya juga hanya 5 tahun maka saya jalankan tugas saya ini dengan baik, jaga amanah rakyat ini dengan baik,” tekan Edison lagi.

Berkaca pada posisi Edioson di Pilkada Manggarai tahun 2020, Edison memiliki peran penting baik sebagai kader Hanura yang adalah salah satu partai pengusung Bupati Heri Nabit dan Wabup Heribertus Ngabut juga sebagai coordinator relawan.

Namun meski begitu, Edison memilih jaga jarak dengan kekuasaan tapi berusaha sedapat mungkin dekat dengan rakyat.

“Pak Abin saya dekat dengan Bupati karena saya panglima laskar tapi saya tidak mau ambil itu saya ambil jauh saya mau dekat dengan rakyat,” ucap Edison.

“Norma dan etika itu harus dijaga. Orang Manggarai bilang politik itu neka ngawe wae ngampang tana, jangan. Kita boleh berbeda pendapat tapi yang satu penghormatan tetap kita berikan kepada yang lebih tua,” tutupnya. (js)

Beri rating artikel ini!
Tag: